Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "


ANATOMI SISTEM INTEGUMEN

Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas yang berkontribusi terhadap total beat tubuh sebanyak 7 %. Keberadaan kulit memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan, dan mencegah masuknya agen-agen yang ada di lingkungan seperti bakteri, kimia dan radiasi ultraviolet. Kulit juga akan menahan bila terjadi kekuatan-kekuatan mekanik seperti gesekan (friction), getaran (vibration) dan mendeteksi perubahan-perubahan fisik di lingkungan luar, sehingga memungkinkan seseorang untuk menghindari stimuli-stimuli yang tidak nyaman. Kulit membangun sebuah barier yang memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan luar, dan turut berpartisipasi dalam berbagai fungsi tubuh vital.


1. Struktur Lapisan2 Kulit
      a. Epidermis


  • Terbentuk dari epitel-epitel skuamous yang terstratifikasi
  • Terdapat sedikit suplay darah & reseptor saraf (hanya pada lapisan yang plg dkt dermis)
  • Membentuk lapisan paling luar dengan ketebalan ± 0,1 – 5 mm.
  • Lapisan eksternalnya tersusun dari keratinosit (zat tanduk)
  • Lapisan eksternal ini akan diganti setiap 3-4 minggu sekali.
  • Epidermis terbagiani menjadi 5 lapisan (korneum, lusidum, granulosum, spinosum & germinativum)
1). Stratum Korneum (Lapisan tanduk)
  • Merupakan lapisan epidermis terluar yang tersusun atas beberapa lapis sel-sel gepeng yang mati & tidak berinti & protoplasma telah berubah menjadi  keratin (zat tanduk)
  • Lebih tebal pada area-area yang banyak terjadi gesekan (friction) dengan permukaan luar, terutama pada tangan & kaki.
2). Stratum Lusidum
  • Merupakan lapisan sel gepeng yang tidak berinti.
  • Lapisan ini banyak terdapat pada telapak tangan & kaki.
3). Stratum Granulosum
  • 2/3 lapisan ini merupakan lapisan gepeng, dimana sitoplasma berbutir kasar.
  • Mukosa tidak punya lapisan inti.
4). Stratum Spinosum (lapisan malphigi)
·         Terdapat beberapa lapis sel berbentuk polyangona & besar karena terdapat proses mitosis (pembelahan sel).
5). Stratum Germinativum (Basale)
  • Lapisan sel berbentuk kubus/kolumnar & vertikal yang merupakan perbatasan dengan dermis, tersusun seperti pagar, mengadakan mitosis.
  • Pada sitoplasmanya mengandung melanin.
Persambungan antara epidermis & dermis menghasilkan kerutan pada permukaan kulit. Pada ujung2 jaringani tangan, kerutan ini dinamakan sidik jaringani (fingerprints).
b. Dermis
  • Merupakan lap dibawah epidermis yang jauh lebih tebal.
  • Lapisan ini elastis & tahan lama, berisi jaringan kompleks ujung2 syaraf, kelenjar sudorifera, kelenjar. Sebasea, folikel jaringan rambut & pembuluh darah yang juga merupakan penyedia nutrisi bagi lapisan dalam epidermis.
  • Tersusun atas 2 lapisan :
1). Stratum Papillare : banyak mengandung kapiler &  makrofag, limfosit, sel mast & lekosit.
2). Stratum Retikulare : merupakan bagian dalam dermis, lebih tebal dibanding stratum papilare, terdapat sel lemak dalam kelompok besar/kecil.
c. Subdermis
  • Lapisan ini terutama berupa jaringan adiposa yang memberikan bantalan antara lapisan kulit dengan struktur internal seperti otot & tulang.
  • Terdapat pembuluh darah, saraf & limfe dengan jaringan penyambung yang terisi sel lemak.
  • Jaringan lemak bekerja sebagai penyekat panas & menyediakan penyangga bagi lapisan kulit diatasnya.
2. Struktur rambut dan kuku
       a. Rambut
  • Merupakan suatu pertumbuhan keluar dari kulit.
  • Terdapat di seluruh permukaan tubuh, kecuali telapak tangan & kaki.
  • Terdiri atas akar rambut yang terbentuk dalam dermis & batang rambut yang menjulur keluar dari dalam kulit.
  • Tumbuh dalam rongga yang dinamakan folikel rambut.
  • Folikel rambut akan mengalami siklus pertumbuhan & istirahat.
  • Kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi : pertumbuhan rambut janggut paling cepat, diikuti oleh rambut pada kulit kepala, aksila, paha serta alis mata.
  • Fase pertumbuhan (anagen) dapat berlangsung sampai 6 tahun dengan kecepatan 0,35 mm/hari untuk rambut kulit kepala.
  • Fase istirahat (telogen) ± 4 bln. Selama fase telogen rambut akan rontok dari tubuh.
b. Kuku
  • Kuku tumbuh dari akarnya yang terletak di bawah lapisan tipis kulit yang dinamakan kutikula.
  • Pertumbuhan kuku berlangsung sepanjang hidup dengan pertumbuhan rata-rata 0,1 mm/hari.
  • Pembaruan total kuku jaringan tangan memerlukan waktu sekitar 170 hari, sedangkan kaki sekitar 12 – 18 bulan.
3. Jenis-jenis kelenjar kulit
Kelenjar kulit terdapat di dalam dermis, terdiri dari 3 jenis, yaitu : Glandula Sudorifera (kelenjar keringat), glandula Sebasea (kelenjar minyak), dan kelenjar Seruminus.
  1. Glandula Sudorifera (kelenjar keringat)
  • Ditemukan pada kulit sebagian besar permukaan tubuh, kecuali glans penis, bagian tepi bibir, telinga luar & dasar kuku.
  • Terutama terdapat pada telapak tangan & kaki.
  • Terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kelenjar ekrin & apokrin.
1). Kelenjar Ekrin
  • Ditemukan pada semua daerah kulit
  • Saluranya bermuara langsung ke permukaan kulit.
2). Kelenjarn Apokrin
  • Berukuran lebih besar.
  • Terdapat diaksila, anus, skrotum & labia mayora.
  • Saluran kelenjarnya bermuara ke dalam folikel rambut.
  • Menjadi aktif setelah pubertas, & merproduksi odorius sekret (sekret yang berbau khas).
  1. Glandula Sebasea (kelenjar minyak)
  • Kelenjar minyak mensekresi substansi yang berminyak yang disebut sebum (tersusun atas trigliserida, asam lemak bebas & kolesterol) ke folikel rambut, shg kelenjar ini melubrikasi folikel & batang rambut.
  • Terdapat pada hampir setiap folikel rambut, kecuali pada papila mamae, labia minora, & sudut mulut.
  1. Kelenjar Seruminosa
Merupakan kelenjar apokrin yang khusus, yang hanya terdapat pada meatus auditorius contohternal tempat kelenjar tersebut memproduksi serumen (waxy).
4. Fungsi kulit
  1. Perlindungan terhadap dehidariasi
  • Keratin yang ada pada epidermis & sebum merupakan jaringan hidariopobik yang dapat mencegah keluarnya cairan & elektrolit.
  •  Trauma pada epidermis yang luas akibat luka bakar/injuri/temperatur ruangan terlalu tinggi dapat menyebabkan dehidariasi.
2.  Perlindungan terhadap gangguan fisik & mekanik
·         Bagianian stratum korneum epidermis merupakan barier yang paling efektif terhadap berbagai faktor lingungan seperti bahan-bahan kimia, sinar matahari (UV), virus, bakteri, fungus, gigitan serangga, & gangguan fisik/mekanik baik tekanan, gesekan, tarikan & infeksi luar.
       3. Persepsi (penerima rangsang)
·         Kulit bertanggung jawab sebagai indaria terhadap rangsangan dari luar (tekanan, raba, suhu & nyeri)     
·         Reseptor rangsangan pada kulit
·         Raba : Benda Meissner, Diskus Merkelenjaringanl & korpuskulum Golgi
·         Tekanan : Korpuskulum Pacini
·         Suhu panas : korpuskulum Ruffini
·         Suhu dingin : Benda Krauss
·         Nyeri : Nervous End Plate.
      4.  Pengatur Suhu Tubuh
·         Dua reflek pusat yang ada di Hypothalamus bertanggung jawab terhadap kontrol temperatur. Satu indaria peningkatan Core Temperatur & satu indaria penurunan.
·         Core temperatur adalah temperatur yang ada pada darah, dalam dada, abdomen & kepala.
·         Produksi panas > kehilangan panas = Core temperatur naik.
·         Produksi panas < kehilangan panas = Core temperatur turun.
·         Idealnya : produksi panas = kehilangan panas.
·         Ketika core temperatur turun, tubuh akan menggigil & vasokonstriksi pembuluh darah.
·         Ketika core temperatur naik maka terjadi vasodilatasi pembuluh darah.
       5. Pengeluaran (Eksresi)
·         Kulit membantu organ-organ utama sistem eksresi seperti hati, ginjal & usus untuk menyingkirkan sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh.
·         Keringat mengandung urea dengan konsentrasi 1/130 dari urea urin.
·         Proses pembentukan keringat : Suhu tubuh / lingkungat meningkat menyebabkan pembuluh darah di kulit akan melebar, maka semakin banyak darah mengalir kedaerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat b.d pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam & sedikit urea oleh kelenjar keringat kemudian keringat  keluar melalui pori-pori kulit.
       6. Sintesis Vitamin D
·         Kulit dapat merbuat vit D dari bahan baku 7-dihidarioksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari (UV).
·         Vit D merupakan unsur esensial untuk mercegah penyakit riketsia (suatu keadaan yang terjadi akibat defisiensi vitamin D, kalium serta fosfor yang menyebabkan deformitas tulang).
       7. Absorbsi
·         Material yang larut dalam lemak, mudah diabsorbsi kulit.
·        Sejumlah obat juga dapat diserap mell kulit, contoh : salep.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS